PRINCIPLES OF EDUCATION

  1. Bagaimana dan mengapa orang pada jaman kuno mulai mendidik anak-anaknya?

Orang pada jaman kuno melakukan pendidikan dimulai dari kehidupan alam atau kehidupan alamiah. Awalnya manusia  purba mulai mendidik anak-anaknya dari tujuan yang sederhana. Mereka diajarkan pendidikan fisik seperti memanah, berburu, dan berenang. Mereka pun mengajarkan anak-anaknya bagaimana untuk tetap hidup, untuk melindungi dirinya dan keluarganya dari kekuatan alam yang merusak, dan dari cengkraman binatang buas dan musuh-musuhnya. Gejala alam yg membuat manusia purba merasa takut seperti kebakaran, banjir, badai, dan petir merangsang mereka untuk bertindak dan mendesak untuk mendidik anak-anaknya agar bisa mengatasi masalah alam tersebut yang mengancam kehidupan.  Takut dan ketegangan yang mereka rasakan adalah salah satu motif awal untuk pendidikan. Seiring dengan perkembangan zaman, yang mana tradisi ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin maju tidak menutup kemungkinan pendidikan pun semakin berkembang.

  1. Peranan kebudayaan yang digunakan orang pada waktu itu ?

Kebudayaan terjadi tidak dengan paksaan, bahkan secara alami melahirkan evolusi manusia. Dan hal ini bisa memakan waktu 1 millenium.

Ada 3 tahapan perkembangan kebudayaan pada masa primitif:

  1. Eolithikum(tingkat dasar) yaitu abad prasejarah yang oleh manusia itu diterapkan untuk menghadapi alam dengan menggunakan kayu, tanduk, tulang-tulang, karang untuk memperoleh perlindungan yang layak, semak-semak dan gua-gua menyediakan kepentingan tersebut.
  2. Paleolithikum(zaman sejarah, abad pertengahan/perkembangan manusia antara  kuno dengan modern) adalah zaman yang memanfaatkan berbagai jenis batu untuk membuat peralatan hidupnya seperti misalnya sabit/celurit, palu dan menempati semak-semak sebagai tempat kerjanya/berlindungnya.
  3. neolithikum (zaman batu) adalah zaman yang memanfaatkan bebatuan yang sudah digarang dan berbentuk sedemikian rupa untuk dipakai sebagai alat baik itu persenjataan maupun mengolah lingkungan.

Tahapan-tahapan tersebut terjadi dengan sendirinya dimana manusia pada masa itu lebih berfokus pada bagaimana mereka hidup dan berkembang biak kesemuanya tentu melahirkan kebudayaan yang secara berangsur-angsur membaik.

Peninggalan pendidikan pada masa itu tidak didapat dari sumber sumber tertulis seperti pada saat ini, namun didapat dari keterangan dari mulut ke mulut.

  1. Pendekatan pendidikan yang digunakan orang pada waktu itu: tujuannya, tipenya, isinya, pelaksanaannya, metodenya, dan organisasinya?

Pendekatan Pendidikan

Pendekatan pendidikan yang digunakan orang pada waktu itu adalah hampir dilakukan secara tidak sadar dan sederhana bahkan terkesan kompulsif dan obyektif. Pemikiran manusia pada waktu itu sangat sederhana dan perhatiannya terfokus pada sesuatu yang mendesak seperti bagaimana untuk memuaskan rasa laparnya, bagaimana melindungi diri sendiri dari berbagai elemen yang ada, bagaimana untuk menghindari cedera atau kematian. Mereka tidak mengerti bagaimana mengantisipasi masa depan. Kegiatan pendidikan pada waktu itu masih dalam tingkat naluriah dan imitasi contohnya apa yang dilakukan orang tua akan dilakukan anaknya).

Tujuan Pendidikan

Tujuan pendidikan yang digunakan pada waktu itu adalah:

  1. Tujuan dasar/utama pendidikan primitif adalah keamanan, seperti bagaimana untuk tetap hidup, melindungi diri dan keluarga dari kekuatan merusak alam dan dari musuh baik dari hewan ataupun manusia.

Rasa takut adalah salah satu motif awal untuk pendidikan. Tujuan utama manusia purba adalah untuk mempersiapkan anak-anaknya untuk mendapatkan kebutuhan hidup buat diri dan keluarganya dan untuk mendamaikan kekuatan alam yang tak terlihat seperti roh roh nenek moyang dan alam semesta yang masih dipercayai keberadaan nya oleh manusia pada waktu itu.

  1. Tujuan Kedua dari pendidikan primitif adalah ”Conformity’’(Kesesuaian) yang merupakan suatu syarat keamanan masyarakat. Ketika manusia primitif mulai berfikir tentang istilah pendidikan dia hanya melakukan sesuatu secara alamiah, menyesuaikan diri terhadap lingkungan akan segala bahaya yang mungkin datang/ terjadi dalam hidup mereka. Akan terjadi juga berbagai macam usaha manusia untuk mempertahankan tingkat kepatuhan dan menyesuaikan diri terhadap tradisi dan kebiasaan suku. Dan juga setiap masalah yang ada akan diselesaikan dan dihadapi bersama keluarga, klan ataupun suku.
  2. Selama beribu-ribu tahun, pendidikan tidak ada apa-apanya hanya sebuah ”enculturation” yaitu prose pemaksaan tiap karakter-karakter group/kelompok terhadap anak-anak.Onyek organisasi primitif adalah untuk membuat apa yang disebut Sir Walter Bagehot ”the cake of custom”(kue-kue kebiasaan). Tidak ada pilihan atau kesempatan untuk menentukan. Tujuan utamanya adalah untuk menyebarkan kebiasaan kebiasaan/adat-adat pada masa awal kelahiran/kanak-kanak. Dan bagi yang melanggar akan mendapatkan dosa yang tak termaafkan.

Tipe-Tipe Pendidikan

1)   Pendidikan Praktis (yang berhubungan dengan sesuatu yang terlihat)

Yang mana manusia belajar dari apa yang mereka lihat. Hal ini meliputi bentuk sederhana yang berhubungan dengan keahlian khusus, fisik, militer dan moral. Jenis pendidikan ini menjadi dasar pendidikan ekonomi, sosiologi, politik dan etika. Segala bentuk kegiatan yang berhubungan dengan aspek materi kehidupan manusia.

2)   Pendidikan Teori(yang berhubungan dengan sesuatu yang tak terlihat)

Yang mana manusia pada zaman itu belajar dari teori-teori yang telah ada sehingga tidak belajar secara incidental saja.

Teori pendidikan teori zaman kuno meliputi agama, sastra, musik, seni, belajar medis dan pendidikan intelektual, yang merupakan prototipe(cikal bakal) pembentukan dasar-dasar agama, seni, pengobatan, ilmu dan filsafat.

Isi
Pada dasarnya pendidikan pada zaman kuno terdiri dari tiga proses:

(1)    Traning fisik yang diperlukan untuk memenuhi dorongan pemenuhan kebutuhan pokok : makanan, tempat tinggal, dan pakaian;

(2)    pelatihan spiritual, atau upacara dan sakramental dianggap perlu bahwa ia mungkin mendamaikan dunia gaib untuk dirinya sendiri dan keluarga.

Penjelasan sederhana mengenai kepercayaan tentang matahari, bulan, bintang, badai dan musim, semua proses alam yang alami dan luar biasa, diajarkan dari orangtua ke anak muridnya. Contoh:Upacara-upacara dan ritual, jimat jimat, ukiran kayu,dll. Kemampuan orang primitive untuk mengatakan dan menjelaskan pengalamannya yang aneh serta menghias dan membumbui cerita tersebut merupakan perkembangan dalam kelahiran sejarah dan kesusasteraan.

(3)    pengetahuan sosial adat, tabu, dan hambatan penting untuk hidup harmonis dengan anggota kelompok suku itu.

Pelaksana

Pelaksanaan pendidikan pada zaman kuno terjadi secara alamiah, sesuai dengan keadaan dan kebutuhan pada masa itu. Oleh karena itu, ayah mengajar generasi mudanya nilai kerja, perlunya berjuang untuk mempertahankan kelompok, keuntungan-keuntungan hidup bersama secara harmonis, hubungan yang sesuai antara laki dan perempuan, hal-hal tabu dan khusus bagi suku bangsa, dan hal lain yang dapat diwariskanbagi kehidupan. Karena keluarga berkumpul dalam kelompok besar dan kebiasaan mereka ditambahkan kepada warisan sosial, maka menjadi penting untuk menyembah bukan saja sebagai keluarga tetapi juga sebagai kelompok suku. Hal ini memerlukan kepala suku, yang mungkin dipilih karena kekuatannya, fisiknya, usia, atau kemampuan memimpinnya.Dia mungkin saja disebut tabib, dukun, ahli sihir, bidan atau pendeta.  Tugas utamanya yaitu mengusir arwah-arwah terutama arwah jahat, dan meminta yang lain-lain dalam tarian-tarian, upacara-upacara, jampi-jampi dan ritual dan semua yang liar , penuh dengan khayalan dalam bentuk sembahan yang membingungkan ditemukan dalam masyarakat primitif.

            Dengan formasi kepasturan muncul perbedaan pendidikan orang-orang terdahulu. Awalnya pendidikan hanya dilakukan dimana dan kapan sesuatu mesti dilakukan dengan cara yang tepat sehingga pendidik lebih kepada melihat apa yang dilakukan sehingga mereka belajar dari apa yang dilihat.

            Agar menjadi hal yang lebih baik dari satu generasi ke generasi yang lain maka didirikan kelas-kelas untuk melatih pemuda bangsa yang akan menjadi pendeta, atau pemimpin agama dan pendeta-pendeta mulai merumuskan kerangka ilmu pengetahuan (body of knowledge) secara sistematis yang tetap menjadi rahasia kecuali kepada saudara-saudara  mereka sendiri. Penyelidikan  pendeta pada mengapa dan kemana sesuatu menstimulasikan perkembangan intelektual primitive dan menjadikan perbedaan intelektual pertama. Diluar inquiry semacam itu berkembang teori pengetahuan  secara luas, dan dengan pengetahuan ini, kebutuhan menemukan alat rekam yang permanen. Perkembangan menulis, alphabet, dan literature merupakan bentuk logis penyelidikan pendeta, walaupun di kebanyakan kebudayaan terdahulu belajar dilarang untuk semua kecuali untuk para pendeta dan kalangan bangsawan.  

Metode

Metode yang paling pertama digunakan dalam pendidikan adalah metode alamiah. Orang yang pertama menawarkan teori itu adalah Jean Baptise de Lamarck (1774-1829). Semua organisasi termasuk manusia, yang merespon segala kondisi yang berdampak pada pertumbuhan mereka.

Metode selanjutnya adalah metode peniruan secara tidak sadar yang mana manusia mengambil beberapa contoh dalam proses pendidikan tapi tanpa mengikuti adanya teori. Pada masa lampau anak-anak belajar dari orangtua mereka dengan cara menduplikasi kegiatan-kegitan yang dilakukan oleh orang tua meraka maupun keluarga yang lain. Cara-cara lain peniruan secara tidak sadar dilakukan dengan bermain yang merupakan bagian dari pendidikan. Yang mana semua yang mereka mainkan berhubungan dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh orang tua mereka, misalnya anak-anak perempuan membuat alat masak. Pendidikan secara sadar adalah merupakan tahapan ketiga dalam pengembangan dari pendidikan primitive. Sekarang kesadaran yang direncanakan berupa guru mengajarkan kepada murid tidak melalui peniruan lagi namun melalui pematangan yang akan diajarkan serta memberi contoh.

Metode terdahulu yang digunakan dalam pendidikan adalah metode alamiah.  Jean Baptiste de Lamark ,pertama ia menawarkan teori  bahwa semua organism, termasuk manusia, berevolusi sedikit demi sedikit sebagai respons pada kondisi yang mempengaruhi pertumbuhan.

Lamarck berpendapatbahwa struktur  baru muncul sebagai penyesuaian atau adaptasi pada lingkungan ada yang berkembang karena manfaatnya dan ada pula yang hilang karena tidak ada manfaat. Misalnya, jika seorang belajar kemanjuran,   scrowl atau gesture, aksi menjadi satu respons pada situasi yang sama; hal yang sama terjadi ketika seseorang belajar menggemgam kepalannya atau melempar batu, atau memegang pentungan. Mekanisme semacam itu awalnya aquire  memuaskan karena mereka membuahkan hasil. Jadi mereka menjadi fix pada secara individu dan ditransmit, menurut Lamarck dan pengikutnya, secara biologis kepada keturunannya (descendants) dan thus menjadi inherent di dalam organism. “Semua yang sudah diperoleh atau dirubah di dalam organisasi individu selama hidup mereka dilestarikan oleh generasi dan dikirim kepada individu baru yang diperoleh dari mereka yang teleh mengalami perubahan,” kata Lamarck dalam pengumumannya yang sekarang biasanya sebagai teori evolusi yang ditolak melalui  jenis warisan semacam itu.

Organisasi

Organisasi pendidikan primitif tidak diatur secara terstruktur dimana tidak ada pembagian kelas didalam sekolah. Tetapi sudah terlihat adanya organisasi walau dalam skala kecil, menurut ukuran sekarang. Pendidikan dilakukan dalam bentuk latihan yang dilakukan secara acak, bersifat incidental (lebih kepada adat) baik dalam mempertahankan diri dan menjalankan tugas-tugas rutin dalamkeluarga maupun dalam suku. Metode pendidikan yang bersifat insidental dalam keluarga merupakan cikal bakal pendidikan yang ditemui dalam masyarakat primitif.

Terdapat perbedaan pada lembaga pendidikan masyarakat primitif yaitu pada upacara inisiasi yang umum dan penting. Melalui ketaatan ritual keagamaan anak remaja ikut dalam serangkaian upacara rumit dgn dukun dan panitia suku sebagai tanda penerimaan mereka. Peraturan ritual seperti itu memberikan kesempatan terjadinya pengajaran karena selama proses inisiasi anak anak diajari rahasia kuno sukunya, diperlihatkan benda-benda pusaka kepadanya, diberitahukan bagaimana cara bergaul yang baik dengan lawan jenis dan segala jenis latihan baik secara teori maupun praktis. Contohnya margareth Read menceritakan tentang upacara Ngoni di Afrika Tengah bagian Barat yang bertujuan menyebarkan perhomatan dimanapun dia berada, etc.

Keselarasan dalam bekerja dan beribadah menunjukan bahwa keamanan grup telah diraih dan sebagai tujuan utama dalam masyarakat primitif dan membaca.

About nuniktriyani

I'm an English teacher at Gandhi School, Ancol 😘
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s